{"id":697,"date":"2026-07-20T11:21:23","date_gmt":"2026-07-20T04:21:23","guid":{"rendered":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/?p=697"},"modified":"2026-08-04T13:48:30","modified_gmt":"2026-08-04T06:48:30","slug":"chase-strategy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/","title":{"rendered":"Apa Itu Chase Strategy? Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung, dan Contohnya\u00a0"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p><strong>Chase Strategy adalah pendekatan dalam manajemen operasi yang membuat tingkat produksi mengikuti fluktuasi permintaan pasar.<\/strong> Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan dengan permintaan musiman atau yang sering berubah karena membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi penumpukan stok. Simak penjelasan lebih lengkapnya melalui artikel <a href=\"http:\/\/transtrack.academy\">TransTRACK Academy<\/a> berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Apa_Itu_Chase_Strategy\" >Apa Itu Chase Strategy?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Bagaimana_Chase_Demand_Strategy_Bekerja\" >Bagaimana Chase Demand Strategy Bekerja?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Perbedaan_Chase_Strategy_dan_Level_Strategy\" >Perbedaan Chase Strategy dan Level Strategy<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Chase_Strategy_di_Lapangan\" >Kelebihan dan Kekurangan Chase Strategy di Lapangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Cara_Menghitung_Chase_Strategy\" >Cara Menghitung Chase Strategy<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Rumus_Chase_Strategy\" >Rumus Chase Strategy<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Contoh_Perhitungan\" >Contoh Perhitungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#FAQ\" >FAQ<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Apa_perbedaan_mendasar_antara_Level_Strategy_dan_Chase_Strategy\" >Apa perbedaan mendasar antara Level Strategy dan Chase Strategy?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Kapan_sebaiknya_perusahaan_menggunakan_Chase_Strategy\" >Kapan sebaiknya perusahaan menggunakan Chase Strategy?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/chase-strategy\/#Di_industri_apa_saja_model_Chase_Strategy_ini_diterapkan\" >Di industri apa saja model Chase Strategy ini diterapkan?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Chase_Strategy\"><\/span>Apa Itu Chase Strategy?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Chase Strategy<\/strong> adalah strategi perencanaan produksi dan kapasitas dalam manajemen operasi yang menyesuaikan tingkat produksi dengan perubahan permintaan pelanggan. Dalam strategi ini, perusahaan akan meningkatkan atau mengurangi kapasitas produksi agar sejalan dengan fluktuasi permintaan, sehingga persediaan (inventory) dapat dijaga tetap rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, <strong>produksi &#8220;mengejar&#8221; (chase) permintaan pasar<\/strong>. Saat permintaan meningkat, perusahaan menambah tenaga kerja, jam lembur, atau kapasitas produksi. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, kapasitas produksi juga dikurangi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Chase_Demand_Strategy_Bekerja\"><\/span>Bagaimana Chase Demand Strategy Bekerja?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Chase Demand Strategy bekerja dengan <strong>menyesuaikan kapasitas produksi mengikuti perubahan permintaan pelanggan<\/strong>. Saat permintaan meningkat, perusahaan menambah kapasitas melalui lembur, tenaga kerja sementara, atau shift tambahan. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, kapasitas produksi juga dikurangi.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi ini diawali dengan <strong>peramalan permintaan (demand forecasting)<\/strong>, kemudian perusahaan menyesuaikan sumber daya dan jadwal produksi agar jumlah barang yang dihasilkan sesuai kebutuhan pasar. Dengan demikian, persediaan tetap rendah, biaya penyimpanan dapat ditekan, dan risiko kelebihan stok dapat diminimalkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Chase_Strategy_dan_Level_Strategy\"><\/span>Perbedaan Chase Strategy dan Level Strategy<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun sama-sama digunakan dalam perencanaan produksi, Chase Strategy dan Level Strategy memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola kapasitas dan memenuhi permintaan. Berikut perbandingannya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>Chase Strategy<\/strong><\/td><td><strong>Level Strategy<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Pendekatan Produksi<\/strong><\/td><td>Produksi disesuaikan dengan perubahan permintaan.<\/td><td>Produksi dijaga tetap stabil meskipun permintaan berubah.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Persediaan<\/strong><\/td><td>Persediaan cenderung rendah.<\/td><td>Persediaan digunakan untuk memenuhi fluktuasi permintaan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kapasitas Produksi<\/strong><\/td><td>Fleksibel, mengikuti permintaan pasar.<\/td><td>Relatif tetap sepanjang periode.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tenaga Kerja<\/strong><\/td><td>Jumlah tenaga kerja dapat bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan.<\/td><td>Tenaga kerja lebih stabil dengan sedikit perubahan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Biaya Utama<\/strong><\/td><td>Lebih banyak biaya penyesuaian tenaga kerja dan kapasitas.<\/td><td>Lebih banyak biaya penyimpanan inventaris.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Cocok untuk<\/strong><\/td><td>Bisnis dengan permintaan yang fluktuatif atau musiman.<\/td><td>Bisnis dengan permintaan yang relatif stabil dan dapat diprediksi.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Chase_Strategy_di_Lapangan\"><\/span>Kelebihan dan Kekurangan Chase Strategy di Lapangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penerapan Chase Strategy dapat memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan, terutama dalam menghadapi permintaan yang berubah-ubah. Namun, strategi ini juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu dipertimbangkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Kelebihan<\/strong><\/td><td><strong>Kekurangan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Mengurangi biaya penyimpanan karena persediaan lebih rendah.<\/td><td>Biaya rekrutmen, pelatihan, dan pengurangan tenaga kerja bisa meningkat.<\/td><\/tr><tr><td>Meminimalkan risiko kelebihan stok dan produk usang.<\/td><td>Membutuhkan peramalan permintaan yang akurat.<\/td><\/tr><tr><td>Produksi lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.<\/td><td>Penjadwalan produksi menjadi lebih kompleks.<\/td><\/tr><tr><td>Meningkatkan efisiensi penggunaan kapasitas produksi.<\/td><td>Risiko keterlambatan jika lonjakan permintaan terjadi secara tiba-tiba.<\/td><\/tr><tr><td>Cocok untuk bisnis dengan permintaan musiman atau fluktuatif.<\/td><td>Kualitas produk dapat terdampak jika penambahan kapasitas dilakukan secara terburu-buru.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Chase_Strategy\"><\/span>Cara Menghitung Chase Strategy<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam Chase Strategy, jumlah produksi disesuaikan dengan permintaan pada setiap periode. Oleh karena itu, perusahaan perlu menghitung kebutuhan produksi dan kapasitas tenaga kerja agar mampu memenuhi permintaan tanpa menghasilkan persediaan berlebih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Chase_Strategy\"><\/span><strong>Rumus Chase Strategy<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>1. Menghitung Jumlah Produksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"627\" height=\"102\" src=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-698\" srcset=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image.png 627w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-300x49.png 300w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-450x73.png 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 627px) 100vw, 627px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Artinya, target produksi pada setiap periode sama dengan jumlah permintaan yang diperkirakan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"627\" height=\"102\" src=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-699\" srcset=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image.png 627w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-300x49.png 300w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-450x73.png 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 627px) 100vw, 627px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>3. Menghitung Penambahan atau Pengurangan Tenaga Kerja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"52\" src=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-700\" srcset=\"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-1.png 696w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-1-300x22.png 300w, https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-1-450x34.png 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalkan sebuah perusahaan menerima permintaan <strong>12.000 unit<\/strong> dalam satu bulan. Setiap karyawan mampu memproduksi <strong>600 unit<\/strong> per bulan, dan perusahaan saat ini memiliki <strong>18 karyawan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jumlah Produksi = <strong>12.000 unit<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Kebutuhan Tenaga Kerja = <strong>12.000 \u00f7 600 = 20 orang<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan Tenaga Kerja = <strong>20 \u2212 18 = 2 orang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Artinya, perusahaan perlu <strong>menambah 2 karyawan<\/strong> agar kapasitas produksi sesuai dengan permintaan bulan tersebut. Jika pada periode berikutnya permintaan menurun, kebutuhan tenaga kerja juga akan berkurang sehingga kapasitas produksi tetap selaras dengan kebutuhan pasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Chase Strategy merupakan metode perencanaan produksi yang menyesuaikan kapasitas dengan perubahan permintaan pelanggan. Strategi ini membantu perusahaan mengurangi biaya penyimpanan, meminimalkan kelebihan stok, dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada peramalan permintaan yang akurat serta kemampuan perusahaan dalam mengelola kapasitas produksi secara fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin memahami lebih dalam strategi perencanaan produksi, inventory management, demand planning, hingga supply chain end-to-end? Tingkatkan kompetensi Anda bersama <strong><a href=\"https:\/\/transtrack.academy\/id\/program\/bootcamp\/supply-chain-management\">Intensive Bootcamp Supply Chain Management<\/a><\/strong> dari <strong><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/transtrack.academy\">TransTRACK Academy<\/a><\/strong>. Pelajari langsung dari praktisi industri melalui pembelajaran yang aplikatif dan studi kasus nyata untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan supply chain modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"><\/span>FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-1785385209275\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_perbedaan_mendasar_antara_Level_Strategy_dan_Chase_Strategy\"><\/span><strong>Apa perbedaan mendasar antara Level Strategy dan Chase Strategy?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Perbedaan utama terletak pada pendekatan terhadap kapasitas produksi. <strong>Level Strategy<\/strong> mempertahankan tingkat produksi yang stabil meskipun permintaan berubah, sehingga fluktuasi permintaan dipenuhi melalui persediaan. Sementara itu, <strong>Chase Strategy<\/strong> menyesuaikan kapasitas produksi mengikuti perubahan permintaan, sehingga persediaan dapat ditekan seminimal mungkin.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1785385221983\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_sebaiknya_perusahaan_menggunakan_Chase_Strategy\"><\/span><strong>Kapan sebaiknya perusahaan menggunakan Chase Strategy?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Chase Strategy cocok digunakan ketika permintaan bersifat musiman atau sering berfluktuasi. Strategi ini efektif bagi perusahaan yang memiliki fleksibilitas dalam mengatur tenaga kerja, jam produksi, atau kapasitas operasional sehingga dapat merespons perubahan permintaan dengan cepat.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-1785385233173\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Di_industri_apa_saja_model_Chase_Strategy_ini_diterapkan\"><\/span><strong>Di industri apa saja model Chase Strategy ini diterapkan?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Chase Strategy banyak diterapkan pada industri yang mengalami perubahan permintaan secara signifikan, seperti manufaktur, makanan dan minuman (F&amp;B), fesyen dan apparel, elektronik, e-commerce, serta logistik. Strategi ini membantu perusahaan menyesuaikan kapasitas produksi agar tetap efisien tanpa menumpuk persediaan.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><\/h3>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Chase Strategy adalah pendekatan dalam manajemen operasi yang membuat tingkat produksi mengikuti fluktuasi permintaan pasar. Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan dengan permintaan musiman atau yang sering berubah karena membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi penumpukan stok. Simak penjelasan lebih lengkapnya melalui artikel TransTRACK Academy berikut ini! Apa Itu Chase Strategy? Chase Strategy adalah strategi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":715,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[35],"class_list":{"0":"post-697","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-digital-supply-chain","8":"tag-supply-chain"},"acf":[],"fimg_url":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Artikel-Chase-Strategy-1-1.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":701,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/697\/revisions\/701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transtrack.academy\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}