Logistics Coordinator adalah profesional yang bertugas mengoordinasikan berbagai aktivitas logistik, mulai dari pengiriman dan distribusi, pengelolaan inventaris dan gudang, hingga koordinasi dengan vendor serta penanganan kendala operasional. Posisi ini membutuhkan kemampuan teknis, komunikasi, dan problem solving untuk memastikan proses logistik berjalan efisien dan tepat waktu. Simak penjelasan lebih lengkapnya melalui artikel TransTRACK Academy berikut ini!
Apa Itu Logistics Coordinator?
Logistics Coordinator adalah posisi yang bertanggung jawab untuk mengatur, mengoordinasikan, dan memastikan proses perpindahan barang berjalan lancar, mulai dari pengiriman hingga barang tiba di tujuan.
Tugas utamanya meliputi:
- Mengatur jadwal pengiriman dan penerimaan barang.
- Berkoordinasi dengan supplier, warehouse, transporter, dan customer.
- Memantau status dan pergerakan pengiriman.
- Mengelola dokumen dan administrasi logistik.
- Menangani kendala seperti keterlambatan atau perubahan jadwal pengiriman.
- Memastikan proses logistik berjalan tepat waktu, efisien, dan sesuai prosedur.
Singkatnya, Logistics Coordinator berperan sebagai penghubung yang memastikan berbagai aktivitas dalam proses logistik dapat terkoordinasi dengan baik.
Perbedaan Logistics Coordinator dengan Logistics Manager
Perbedaan utamanya terletak pada tingkat tanggung jawab dan fokus pekerjaannya. Logistics Coordinator lebih berfokus pada koordinasi dan pelaksanaan operasional harian, sedangkan Logistics Manager bertanggung jawab atas pengelolaan dan strategi operasional logistik secara keseluruhan.
| Aspek | Logistics Coordinator | Logistics Manager |
| Fokus | Koordinasi operasional harian | Pengelolaan dan strategi logistik |
| Tanggung jawab | Memastikan pengiriman, penerimaan, dan distribusi berjalan lancar | Memastikan keseluruhan operasi logistik mencapai target |
| Aktivitas | Menjadwalkan pengiriman, tracking barang, mengurus dokumen, koordinasi transporter | Menyusun strategi, mengelola anggaran, mengevaluasi kinerja, dan mengoptimalkan proses |
| Koordinasi | Supplier, driver, warehouse, dan customer | Tim logistik, supplier, transporter, serta manajemen perusahaan |
| Pengambilan keputusan | Keputusan operasional sehari-hari | Keputusan strategis dan manajerial |
| Kepemimpinan | Umumnya tidak memimpin tim besar | Biasanya memimpin dan mengawasi tim logistik |
| Target | Ketepatan dan kelancaran proses pengiriman | Efisiensi biaya, produktivitas, service level, dan kinerja logistik |
Tugas dan Tanggung Jawab Utama Logistics Coordinator
Dalam menjalankan perannya, Logistics Coordinator memiliki berbagai tanggung jawab yang berkaitan dengan kelancaran proses logistik. Mulai dari mengatur pengiriman, memantau persediaan, berkoordinasi dengan vendor, hingga menangani kendala operasional. Berikut beberapa tugas utamanya:
Operasional Pengiriman & Distribusi
Logistics Coordinator bertugas mengatur jadwal, proses, dan rute pengiriman agar barang dapat dikirim sesuai waktu dan tujuan. Mereka juga memantau status pengiriman serta memastikan proses distribusi berjalan sesuai prosedur.
Manajemen Inventaris & Gudang
Logistics Coordinator membantu memantau ketersediaan dan pergerakan stok, termasuk proses penerimaan, penyimpanan, hingga pengeluaran barang dari gudang. Koordinasi dengan tim warehouse dilakukan untuk menjaga akurasi stok dan kelancaran aktivitas pergudangan.
Komunikasi & Hubungan Vendor
Logistics Coordinator berkomunikasi dengan vendor, supplier, transporter, dan pihak terkait untuk mengatur kebutuhan pengiriman maupun distribusi. Mereka juga memastikan informasi mengenai jadwal, jumlah barang, dokumen, dan kebutuhan operasional tersampaikan dengan jelas.
Pemantauan & Penanganan Kendala (Troubleshooting)
Logistics Coordinator memantau proses logistik dan menangani berbagai kendala, seperti keterlambatan pengiriman, kesalahan dokumen, atau masalah distribusi. Jika terjadi kendala, mereka berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menemukan solusi dan menjaga operasional tetap berjalan.
Syarat Kualifikasi dan Skill untuk Menjadi Logistics Coordinator
Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, Logistics Coordinator membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan soft skills. Keduanya penting untuk memastikan proses pengiriman, pergudangan, hingga koordinasi dengan berbagai pihak berjalan secara efektif.
Hard Skills & Pengetahuan Teknis
Beberapa hard skills dan pengetahuan teknis yang dibutuhkan antara lain:
- Logistics & Supply Chain Management untuk memahami alur distribusi barang.
- Inventory Management untuk memantau stok dan pergerakan barang.
- Warehouse Management untuk memahami proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang.
- Transportation Management untuk mengatur jadwal, rute, dan proses pengiriman.
- Administrasi dan dokumentasi logistik, termasuk surat jalan, delivery order, dan dokumen pengiriman.
- Microsoft Excel atau spreadsheet untuk mengolah dan memantau data logistik.
- Sistem ERP, WMS, atau TMS sebagai pendukung pengelolaan dan monitoring operasional.
Soft Skills Vital
Selain kemampuan teknis, Logistics Coordinator juga perlu memiliki soft skills berikut:
- Komunikasi untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak.
- Problem solving untuk menangani kendala dalam proses logistik.
- Time management untuk mengatur berbagai aktivitas dan tenggat waktu.
- Attention to detail untuk memastikan data dan dokumen tetap akurat.
- Organizational skills untuk mengelola banyak pekerjaan secara terstruktur.
- Kemampuan bekerja dalam tim untuk mendukung koordinasi antarbagian.
- Adaptabilitas untuk menghadapi perubahan jadwal, permintaan, maupun kondisi operasional.
Prospek Karier dan Gaji Logistics Coordinator
Setelah memahami peran dan tanggung jawabnya, penting juga mengetahui bagaimana peluang pengembangan karier serta faktor yang memengaruhi gaji seorang Logistics Coordinator. Prospek kariernya dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman, keterampilan, dan tanggung jawab yang dimiliki.
| Aspek | Logistics Coordinator |
| Prospek karier | Dapat berkembang ke posisi Logistics Supervisor, Logistics Manager, hingga Supply Chain Manager |
| Bidang spesialisasi | Warehouse Management, Transportation Management, Inventory Management, Procurement, atau Supply Chain Planning |
| Pengalaman yang dibutuhkan | Umumnya pengalaman operasional logistik dan kemampuan koordinasi menjadi nilai tambah |
| Faktor yang memengaruhi gaji | Pengalaman, lokasi kerja, industri, skala perusahaan, serta tanggung jawab posisi |
| Kisaran gaji | Dapat berbeda antarperusahaan dan wilayah; sebagai referensi umum, gaji bidang logistik di Indonesia berada di kisaran Rp5,3–Rp8,3 juta per bulan |
| Peluang pengembangan | Peningkatan kompetensi di bidang supply chain, analisis data, sistem ERP/WMS/TMS, dan manajemen operasional dapat mendukung perkembangan karier |
Kesimpulan
Logistics Coordinator memiliki peran penting dalam memastikan proses logistik berjalan lancar, mulai dari pengiriman dan distribusi, pengelolaan inventaris dan gudang, koordinasi vendor, hingga penanganan berbagai kendala operasional. Untuk menjalankan peran tersebut, dibutuhkan pemahaman mengenai logistik dan supply chain serta kemampuan teknis dan soft skills yang relevan.
Bagi Anda yang ingin memperkuat pengetahuan dan keterampilan di bidang Supply Chain Management, TransTRACK Academy menyediakan Bootcamp Supply Chain Management dengan materi yang mencakup fundamental supply chain, sourcing & procurement, demand planning, inventory, warehouse, transportation, hingga distribution.
Siapkan kompetensi Anda dan kembangkan karier di bidang supply chain bersama TransTRACK Academy.
FAQ
Apa pendidikan minimal untuk menjadi seorang Logistics Coordinator?
Umumnya, posisi Logistics Coordinator terbuka bagi lulusan SMA/SMK, terutama jurusan yang relevan, maupun D3/S1 di bidang Logistik, Supply Chain Management, Manajemen, Teknik Industri, atau bidang terkait. Persyaratan dapat berbeda sesuai kebijakan perusahaan.
Perangkat lunak (software) apa saja yang wajib dikuasai oleh seorang Logistics Coordinator?
Beberapa software yang umum digunakan meliputi Microsoft Excel, ERP, Warehouse Management System (WMS), dan Transportation Management System (TMS). Penguasaan software dapat membantu proses pencatatan, pemantauan stok, pengiriman, dan analisis data logistik.
Apa tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh Logistics Coordinator?
Tantangan yang umum dihadapi antara lain keterlambatan pengiriman, perubahan jadwal, ketidakakuratan data atau dokumen, kendala stok, serta koordinasi dengan banyak pihak. Karena itu, kemampuan komunikasi dan problem solving menjadi penting.
Berapa rata-rata salary of a logistics coordinator di Indonesia?
Gaji Logistics Coordinator di Indonesia dapat berbeda berdasarkan pengalaman, lokasi, industri, skala perusahaan, dan tanggung jawab pekerjaan. Sebagai referensi umum, data gaji bidang logistik menunjukkan kisaran sekitar Rp5,3–Rp8,3 juta per bulan, tetapi angka aktual untuk posisi Logistics Coordinator dapat berbeda di setiap perusahaan.











