Sumber daya yang terbatas serta isu krisis dampak lingkungan yang dihasilkan akibat berkembangnya industri dan gaya hidup kini makin mendesak banyak pelaku bisnis untuk menerapkan circular supply chain management. Model rantai pasok tradisional linear supply chain (ambil-buat-buang) yang dulu lazim dipraktekkan kini dianggap tak lagi relevan di tengah gempuran problema lingkungan yang dirasa makin meresahkan.
Pendekatan linear supply chain kerap menghasilkan limbah dalam jumlah masif dengan mengabaikan potensi penggunaan ulang material. Alhasil banyak perusahaan yang sadar bahwa model linear tak hanya akan berdampak buruk bagi lingkungan tapi bisa memberi efek domino untuk pertumbuhan ekonomi. Disinilah implementasi supply chain management menjadi penting karena memang dirancang untuk meminimalisasi limbah dan memaksimalkan penggunaan ulang sumber daya. Simak penjelasan lebih lanjutnya melalui artikel TransTRACK Academy berikut ini!
Apa Itu Circular Supply Chain?
Circular supply chain merupakan konsep rantai pasok yang didesain guna mengurangi limbah secara signifikan dengan cara memaksimalkan penggunaan sumber daya kembali lewat siklus yang berkelanjutan. Berbeda dari linear supply chain yang mengusung konsep ambil-buat-buang, circular supply management lebih mengedepankan sistem reuse, repair, refurbish, serta recycle dalam tahap operasionalnya.
Pendekatan circular supply management merupakan bagian dari konsep circular economy, dimana material digunakan terus menerus selama mungkin guna menjaga nilai bahan tetap berada di dalam siklus selama mungkin. Konsep ini dinilai sebagai salah satu pendekatan paling menjanjikan yang dapat memastikan kegiatan ekonomi tetap berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang.
Implementasi Circular Supply Chain Management
Circular supply chain management merupakan taktik pengelolaan supply chain yang mengintegrasi prinsip sustainability dalam keseluruhan proses bisnis. Mulai dari produk hingga cara mengelola limbah yang dihasilkan. Praktiknya, manajemen ini meliputi:
- Penggunaan bahan baku ramah lingkungan
Pemanfaatan material yang mudah didaur ulang atau punya dampak lingkungan lebih rendah - Sistem pengembalian produk
Pengembalian produk kepada produsen untuk didaur ulang, digunakan kembali, ataupun diperbaiki - Mengelola ulang material
Mengubah produk bekas atau limbah menjadi bahan baku yang bisa digunakan dalam proses produksi - Kolaborasi
Pelaku bisnis bekerja sama dengan stakeholder ataupun rantai pasok guna memaksimalkan penggunaan sumber daya untuk mengurangi pemborosan
Manfaat dari Circular Supply Chain Management
Ada berbagai benefit yang bisa didapatkan ketika menerapkan circular supply chain management, antara lain:
- Efisiensi
Mengurangi kebutuhan bahan baku karena adanya sistem daur ulang yang bisa diterapkan oleh perusahaan - Mengurangi limbah
Mengurangi limbah produksi dan mendukung keberlangsungan - Brand image
Perusahaan yang menerapkan revolusi hijau supaya semakin ramah lingkungan akan lebih mudah untuk memenangkan hati konsumen
- Inovasi
Menstimulasi desain produk yang lebih awet dan mudah untuk digunakan kembali
- Kepatuhan regulasi
Membantu perusahaan dalam menerapkan standar lingkungan secara global
Contoh Praktik Circular Supply Chain Management
Beberapa industri sudah mulai mempraktikan circular supply chain management, dan berikut adalah beberapa inovasi yang dilakukan:
- Industri fashion sering menggunakan kembali kain bekas kembali menjadi produk baru, umumnya mereka mencantumkan di label sebagai penanda pakaian mereka merupakan hasil dari daur ulang
- Industri elektronik menerima produk lama untuk diperbaiki atau didaur ulang
- Industri otomotif menggunakan komponen lama untuk dimanfaatkan kembali
- Industri makanan dan minuman memanfaatkan singkong dan kertas sebagai bahan pengganti sedotan plastik.
- Industri manufaktur yang menggunakan printer 3 dimensi untuk memproduksi suku cadang
Dan tentu masih banyak praktik lainnya yang dilakukan guna menghentikan kerusakan lingkungan.
Penerapan Teknologi untuk Rantai Pasok Sirkular
Penerapan pendekatan rantai pasok sirkular ditambah dengan perkembangan teknologi memunculkan kolaborasi yang bisa meningkatkan transparansi, kontrol, dan efisiensi dalam proses rantai pasok sirkular. Teknologi yang umum digunakan untuk menyokong model ini antara lain adalah:
- Internet of Things (IoT)
- Sering digunakan untuk memantau siklus produk secara real time untuk memperpanjang masa pakainya.
- Sensor bisa mendeteksi kapan material perlu diperbaiki sebelum akhirnya tak dapat dipergunakan sama sekali.
- Big Data & Analytic
- Mengoptimasi proses daur ulang dengan memprediksi banyaknya limbah yang dapat diproses ulang.
- Selain itu teknologi ini bisa digunakan untuk memperkirakan rute terbaik guna mengambil produk bekas dari konsumen
- Blockchain
- Digunakan untuk transparansi supply chain karena bisa melacak asal usul material. Mulai dari bahan mentah sampai dengan produk tiba di tangan konsumen
- Memastikan etika dalam proses daur ulang dan validitas klaim sustainability
- Artificial Intelligence (AI)
- Kecerdasan buatan bisa digunakan perusahaan dalam memprediksi permintaan serta pengelolaan limbah
Tantangan dalam Penerapan Teknologi Sirkular
Walau punya banyak manfaat, namun penerapan model sirkular rantai pasok ini tak akan lepas dari ragam rintangan yang harus dihadapi pelaku industri. Berikut adalah tantangan yang mungkin dihadapi:
- Biaya investasi di awal yang cukup tinggi
- Masalah integrasi antara stakeholder dalam lingkup rantai pasok
- Merubah pola pikir organisasi dari hanya sekedar mementingkan margin jangka pendek ke keberlanjutan jangka panjang
Kesimpulan
Circular supply chain management adalah solusi jitu bagi industri yang ingin meningkatkan efisiensi dan mendukung keberlangsungan lingkungan di saat bersamaan. Kolaborasi antara model circular ekonomi, teknologi modern, dan model close-loop supply chain memungkinkan perusahaan dalam menciptakan sistem yang lebih adaptif, hemat biaya, namun juga tetap ramah lingkungan.
Pelajari dan tambah pengetahuan Anda dengan lebih mendalam bersama TransTRACK Academy. Lewat materi pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan diri Anda menghadapi tantangan di era kini dan mendatang, TransTRACK Academy menawarkan program yang dirancang berbasis standar industri dengan pendekatan praktis.
Dengan harga yang terjangkau TransTRACK Academy akan memberikan pemahaman teori, simulasi, studi kasus, hingga praktik berbasis sistem operasional yang modern.
FAQ
Apa bedanya rantai pasok tradisional dan sirkular?
Rantai pasok tradisional biasanya bersifat linear dimana hal ini akan membuat produk berakhir di pembuangan. Sementara sirkular lebih berfokus agar material bisa digunakan kembali di dalam sistem untuk kebutuhan daur ulang.
Bagaimana teknologi blockchain membantu penerapan sirkular rantai pasok?
Blockchain menyediakan catatan permanen yang transparan perihal rentetan perjalanan produk. Kehebatan teknologi ini memudahkan perusahaan bahwa material yang mereka pakai benar-benar didaur ulang dan berasal dari sumber yang bertanggung jawab.
Apa dampak ekonomi yang diberikan oleh circular supply chain ke perusahaan?
Selain image perusahaan di mata masyarakat yang menjadi lebih baik, perusahaan bisa menekan biaya bahan baku, mendapatkan dana baru dari produk bekas, dan memenuhi regulasi lingkungan yang sudah ditetapkan.











