Landed cost adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan barang hingga tiba di lokasi tujuan dan siap digunakan atau dijual. Perhitungannya mencakup harga produk, biaya pengiriman, bea masuk dan pajak, asuransi, serta biaya handling dan operasional lainnya. Dengan memahami landed cost, perusahaan dapat menghitung biaya sebenarnya, menentukan harga jual, dan mengoptimalkan pengadaan dengan lebih akurat. Simak penjelasan lebih lanjutnya melalui artikel TransTRACK Academy berikut ini!
Apa Itu Landed Cost?
Landed cost adalah total biaya yang harus dikeluarkan perusahaan hingga suatu barang tiba dan siap digunakan atau dijual. Biaya ini tidak hanya mencakup harga pembelian barang, tetapi juga biaya tambahan seperti transportasi, bea masuk, asuransi, pajak, handling, hingga biaya penyimpanan tertentu.
Secara sederhana, landed cost = harga barang + seluruh biaya yang terkait dengan proses pengadaan dan pengiriman hingga barang sampai di lokasi tujuan.
Konsep landed cost penting dalam supply chain dan procurement karena membantu perusahaan mengetahui biaya sebenarnya dari suatu produk, sehingga penentuan harga jual, margin keuntungan, pemilihan supplier, dan keputusan pembelian dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Komponen Biaya dalam Landed Cost
Landed cost tidak hanya terdiri dari harga barang, tetapi juga berbagai biaya yang muncul selama proses pengadaan hingga barang tiba di lokasi tujuan. Berikut komponen utamanya:
1. Biaya Produk (Product Cost)
Biaya produk adalah harga barang yang dibayarkan kepada supplier. Komponen ini biasanya menjadi dasar utama dalam menghitung landed cost dan tercantum dalam invoice pembelian.
2. Biaya Pengiriman & Transportasi (Freight & Shipping Charges)
Biaya ini mencakup ongkos pengiriman barang dari supplier hingga lokasi tujuan. Contohnya adalah biaya freight, trucking, freight forwarding, dan biaya transportasi lainnya.
3. Bea Masuk dan Pajak Impor (Customs & Duties)
Untuk barang impor, landed cost juga mencakup bea masuk dan pajak yang dikenakan selama proses kepabeanan. Besarnya biaya bergantung pada jenis dan nilai barang serta aturan yang berlaku.
4. Asuransi Pengiriman (Risk & Insurance)
Asuransi digunakan untuk melindungi barang selama perjalanan dari risiko seperti kerusakan, kehilangan, atau kecelakaan. Biaya premi asuransi dapat menjadi bagian dari total landed cost.
5. Biaya Penanganan & Operasional (Handling & Processing Fees)
Biaya ini meliputi aktivitas penanganan barang, seperti bongkar muat, biaya terminal, administrasi, dokumentasi, pemeriksaan, hingga penyimpanan sementara sebelum barang diterima.
Landed Cost Formula dan Cara Menghitungnya (How to Calculate Landed Cost)
Untuk mengetahui biaya sebenarnya dari suatu barang, perusahaan dapat menghitung landed cost dengan menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan sejak pembelian hingga barang tiba di lokasi tujuan.
Rumus Landed Cost
Landed Cost = Product Cost + Shipping Cost + Customs & Duties + Insurance + Handling & Other Fees
Jika ingin mengetahui biaya per unit, gunakan rumus:
Landed Cost per Unit = Total Landed Cost ÷ Total Quantity
Contoh Perhitungan Landed Cost
Misalnya perusahaan mengimpor 1.000 unit barang dengan rincian biaya:
- Harga produk: Rp100.000.000
- Biaya pengiriman: Rp10.000.000
- Bea masuk dan pajak: Rp8.000.000
- Asuransi: Rp2.000.000
- Biaya handling: Rp5.000.000
Maka:
Total Landed Cost = Rp100.000.000 + Rp10.000.000 + Rp8.000.000 + Rp2.000.000 + Rp5.000.000 = Rp125.000.000
Sedangkan landed cost per unit:
Rp125.000.000 ÷ 1.000 = Rp125.000 per unit
Dengan perhitungan ini, perusahaan dapat mengetahui bahwa biaya sebenarnya setiap unit barang adalah Rp125.000, bukan hanya Rp100.000 berdasarkan harga pembelian.
Apa Perbedaan antara FOB dan Landed Cost?
FOB (Free on Board) dan landed cost sama-sama berkaitan dengan biaya pengadaan barang, tetapi memiliki cakupan yang berbeda. FOB merupakan ketentuan perdagangan yang menentukan pembagian tanggung jawab biaya dan risiko antara penjual dan pembeli, sedangkan landed cost adalah total biaya yang dikeluarkan hingga barang tiba di lokasi tujuan dan siap digunakan atau dijual.
| Aspek | FOB | Landed Cost |
| Pengertian | Ketentuan pengiriman dalam perdagangan | Total biaya pengadaan barang |
| Cakupan | Harga barang dan tanggung jawab pengiriman sesuai kesepakatan FOB | Harga barang + pengiriman + pajak/bea + asuransi + handling |
| Fokus | Pembagian biaya dan risiko antara penjual dan pembeli | Mengetahui biaya sebenarnya barang |
| Penggunaan | Menentukan tanggung jawab selama proses pengiriman | Menghitung biaya akhir per unit |
Contohnya, harga barang dengan ketentuan FOB mungkin sebesar Rp100 juta. Namun, setelah ditambahkan biaya pengiriman, bea masuk, asuransi, dan handling, total landed cost bisa menjadi Rp125 juta. Jadi, FOB dapat menjadi bagian atau titik awal dalam perhitungan landed cost, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Landed Cost Analysis?
Landed cost analysis membantu perusahaan mengetahui total biaya sebenarnya untuk memperoleh dan membawa barang hingga siap digunakan atau dijual. Analisis ini penting agar keputusan pengadaan tidak hanya didasarkan pada harga supplier.
1. Mengetahui Biaya Sebenarnya
Perusahaan dapat melihat total biaya produk setelah memperhitungkan pengiriman, pajak, bea masuk, asuransi, dan biaya handling. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui nilai investasi yang sebenarnya untuk setiap barang yang diperoleh.
2. Menentukan Harga Jual dengan Lebih Akurat
Dengan mengetahui landed cost, perusahaan dapat menentukan harga jual yang sesuai sekaligus menjaga margin keuntungan. Perhitungan ini membantu mencegah harga jual yang terlalu rendah sehingga berisiko mengurangi profitabilitas.
3. Membandingkan Supplier
Harga supplier yang lebih murah belum tentu menghasilkan biaya akhir yang lebih rendah. Perusahaan dapat membandingkan total biaya dari setiap supplier untuk memilih opsi yang paling menguntungkan.
4. Mengontrol Biaya Pengadaan
Analisis landed cost dapat membantu mengidentifikasi komponen biaya yang terlalu tinggi, seperti transportasi, handling, atau proses impor. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menemukan peluang penghematan dan meningkatkan efisiensi pengadaan.
5. Mendukung Pengambilan Keputusan
Data landed cost dapat digunakan untuk menentukan supplier, metode pengiriman, lokasi pembelian, hingga strategi persediaan yang lebih efisien. Keputusan yang didukung data dapat membantu perusahaan mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kinerja supply chain.
Kesimpulan
Landed cost membantu perusahaan memahami total biaya sebenarnya dalam proses pengadaan barang, mulai dari harga produk, pengiriman, bea masuk dan pajak, asuransi, hingga biaya handling. Dengan melakukan landed cost analysis, perusahaan dapat menentukan harga jual dengan lebih akurat, membandingkan supplier, mengontrol biaya pengadaan, dan mengambil keputusan supply chain berdasarkan data.
Memahami landed cost menjadi salah satu kemampuan penting dalam mengelola supply chain secara efektif. Tingkatkan pemahaman dan skill supply chain management Anda dengan mengikuti berbagai program bootcamp Supply Chain Management dari TransTRACK Academy. Dapatkan pembelajaran praktis dan relevan untuk membantu Anda menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
FAQ
Apa arti dari landed cost adalah?
Landed cost adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh barang hingga tiba di lokasi tujuan dan siap digunakan atau dijual. Biaya ini mencakup harga produk, pengiriman, bea masuk, pajak, asuransi, handling, dan biaya terkait lainnya.
Apa perbedaan antara COGS (HPP) dan Landed Cost?
Landed cost berfokus pada total biaya untuk memperoleh dan membawa barang hingga sampai di lokasi tujuan, sedangkan COGS (HPP) merupakan biaya yang terkait dengan barang yang telah terjual. Landed cost dapat menjadi salah satu komponen yang digunakan dalam menentukan nilai persediaan dan pada akhirnya berkontribusi terhadap COGS ketika barang tersebut terjual.
Mengapa landed cost sangat penting dalam perdagangan internasional (ekspor-impor)?
Landed cost penting karena transaksi internasional melibatkan berbagai biaya tambahan seperti freight, bea masuk, pajak, asuransi, dan handling. Dengan menghitung landed cost, perusahaan dapat mengetahui biaya impor secara lebih akurat, menentukan harga jual, membandingkan supplier, dan menjaga margin keuntungan.
Bagaimana cara mengotomatisasi perhitungan landed cost?
Perhitungan landed cost dapat diotomatisasi menggunakan software supply chain, ERP, atau sistem procurement yang terintegrasi dengan data pembelian, transportasi, bea cukai, dan biaya lainnya. Otomatisasi membantu mengurangi perhitungan manual, meminimalkan kesalahan, serta memberikan visibilitas biaya secara lebih cepat dan akurat.











