Reorder Point (ROP) adalah titik persediaan yang menunjukkan kapan perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali agar stok tidak habis sebelum barang baru tiba. Perhitungannya mempertimbangkan rata-rata permintaan, lead time, dan safety stock untuk menjaga persediaan tetap optimal. Simak penjelasan lebih lengkapnya melalui artikel TransTRACK Academy berikut ini!
Apa itu Reorder Point?
Reorder Point (ROP) adalah titik atau batas minimum persediaan yang menjadi tanda bagi perusahaan untuk melakukan pemesanan kembali kepada supplier. Dengan menentukan ROP secara tepat, perusahaan dapat mencegah stockout sekaligus menjaga persediaan agar tidak berlebihan.
Fungsi Reorder Point
Reorder Point berfungsi membantu perusahaan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan kembali agar persediaan tetap optimal dan operasional berjalan lancar.
Mencegah Kehabisan Stok (Stockout) dan Dampaknya terhadap Layanan
Reorder Point membantu perusahaan memesan kembali barang sebelum stok habis, sehingga risiko stockout, keterlambatan pesanan, dan kehilangan penjualan dapat diminimalkan. Hal ini juga membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk secara konsisten.
Menjaga Kelancaran Operasional dan Produksi
ROP memastikan bahan baku atau barang tersedia saat dibutuhkan sehingga proses produksi dan operasional dapat berjalan tanpa gangguan. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko berhentinya aktivitas akibat kekurangan persediaan.
Mengoptimalkan Level Persediaan agar Tidak Overstock atau Understock
ROP membantu menentukan waktu pemesanan yang tepat sehingga perusahaan dapat menghindari persediaan berlebih maupun kekurangan stok. Dengan begitu, biaya penyimpanan dan penggunaan modal dapat lebih terkendali.
Meningkatkan Service Level dan Kepuasan Pelanggan
Ketersediaan produk yang lebih terjaga memungkinkan perusahaan memenuhi pesanan tepat waktu, sehingga service level dan kepuasan pelanggan meningkat. Pelayanan yang konsisten juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Mengapa Reorder Point Penting dalam Manajemen Persediaan
Reorder Point penting dalam manajemen persediaan karena membantu perusahaan menentukan kapan harus melakukan pemesanan kembali sebelum stok mencapai kondisi kritis. Penerapan ROP yang tepat dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus mengendalikan biaya persediaan.
- Mencegah stockout dengan memastikan pemesanan dilakukan sebelum persediaan habis.
- Menjaga kelancaran operasional dengan memastikan bahan baku dan barang tersedia saat dibutuhkan.
- Mengurangi overstock sehingga biaya penyimpanan dan risiko penumpukan barang dapat ditekan.
- Meningkatkan efisiensi pengadaan karena pemesanan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pola permintaan.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui ketersediaan produk dan pemenuhan pesanan yang lebih konsisten.
Pengaplikasian Reorder Point pada Manajemen Persediaan
Reorder Point dapat diterapkan dalam berbagai proses manajemen persediaan untuk memastikan pengadaan dilakukan pada waktu yang tepat. Penerapannya semakin efektif ketika terintegrasi dengan proses procurement dan sistem digital.
Integrasi Reorder Point dengan Proses Procurement dan Purchasing
ROP dapat menjadi acuan bagi tim procurement dan purchasing untuk menentukan kapan harus membuat purchase order (PO). Ketika stok mencapai batas ROP, proses pengadaan dapat segera dilakukan sehingga barang tiba sebelum persediaan habis.
Penggunaan Reorder Point dalam Sistem ERP, WMS, atau Software Inventory
Dalam sistem ERP, WMS, maupun software inventory, ROP dapat digunakan sebagai batas otomatis untuk memantau level stok. Ketika persediaan mencapai titik tersebut, sistem dapat memberikan notifikasi atau memicu proses replenishment sehingga pengelolaan stok menjadi lebih cepat dan akurat.
Bagaimana Menghitung Reorder Point?\
Menghitung Reorder Point membantu perusahaan menentukan batas stok saat pemesanan kembali harus dilakukan. Perhitungannya perlu mempertimbangkan permintaan, waktu pengiriman, dan persediaan pengaman.
Komponen Utama dalam Perhitungan Reorder Point
Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam menghitung ROP meliputi:
- Rata-rata permintaan harian, yaitu jumlah barang yang digunakan atau terjual setiap hari.
- Lead time, yaitu waktu yang dibutuhkan supplier untuk mengirimkan barang.
- Safety stock, yaitu stok cadangan untuk menghadapi ketidakpastian permintaan atau keterlambatan pengiriman.
Rumus Dasar
Rumus dasar Reorder Point adalah:
ROP = (Rata-rata Permintaan Harian × Lead Time) + Safety Stock
Sebagai contoh, jika permintaan rata-rata 100 unit per hari, lead time 5 hari, dan safety stock 200 unit, maka:
ROP = (100 × 5) + 200 = 700 unit
Artinya, perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali ketika stok mencapai 700 unit agar persediaan tetap tersedia selama menunggu barang berikutnya datang.
Kesimpulan
Reorder Point (ROP) merupakan salah satu konsep penting dalam manajemen persediaan untuk menentukan waktu yang tepat melakukan pemesanan kembali. Dengan mempertimbangkan permintaan harian, lead time, dan safety stock, perusahaan dapat mengurangi risiko stockout, menghindari overstock, serta menjaga kelancaran operasional dan tingkat layanan kepada pelanggan.
Ingin memahami penerapan Reorder Point, inventory management, procurement, hingga supply chain secara menyeluruh? Tingkatkan kompetensi Anda dengan mengikuti Bootcamp Supply Chain Management bersama TransTRACK Academy dan pelajari strategi supply chain yang relevan dengan kebutuhan industri.
FAQ
Apa Hubungan Reorder Point dan Safety Stock?
Reorder Point (ROP) menentukan kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali, sedangkan safety stock berfungsi sebagai persediaan pengaman untuk menghadapi ketidakpastian permintaan atau keterlambatan pengiriman. Safety stock menjadi salah satu komponen dalam perhitungan ROP.
Cara Menentukan Safety Stock untuk Reorder Point
Safety stock dapat ditentukan berdasarkan variasi permintaan, ketidakpastian lead time, dan target service level perusahaan. Semakin tinggi tingkat ketidakpastian dan target ketersediaan stok, semakin besar safety stock yang mungkin dibutuhkan.
Apa Itu EOQ dan Reorder Point?
EOQ (Economic Order Quantity) menentukan berapa banyak barang yang sebaiknya dipesan dalam satu kali pemesanan, sedangkan Reorder Point menentukan kapan pemesanan tersebut dilakukan. Keduanya dapat digunakan bersama untuk mengoptimalkan persediaan.











